Hati-hati Bahaya Kegemukan Hingga Mengharuskan Bedah Obesitas

11 May 20200Bedah Bariatrik

Hati-hati Bahaya Kegemukan Hingga Mengharuskan Bedah Obesitas

11 May 2020 0
otto-bedah-bariatrik.jpg?time=1596596340

Banyak orang tidak mengontrol pola makan hingga berakhir obesitas atau berat badan berlebihan. Memang dalam masyarakat sendiri menilai memiliki tubuh yang gemuk bukan masalah asalkan sehat. Tetapi bagaimana jika mengakibatkan dampak buruk hingga Anda terpaksa melewati bedah obesitas.

Obesitas dapat dihindari dengan olahraga teratur dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Obesitas juga disinyalir dapat menimbulkan penyakit lainnya yang sulit diketahui sejak dini.

Bedah Obesitas Guna Pencegahan Penyakit Lain

Faktanya obesitas dapat menimbulkan penyakit lain yang berbahaya bagi kesehatan bahkan nyawa Anda. Penting untuk diketahui bedah obesitas dilakukan sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit mematikan seperti dibawah ini.

  1. Diabetes melitus

Berdasarkan data kesehatan Indonesia ditemukan lebih dari 87 persen penderita diabetes memiliki bobot tubuh berlebihan atau obesitas. Adapun bayang-bayang bahaya obesitas yang patut diwaspadai yakni perubahan sifat sel menyebabkan hormon insulin rusak.

Dampak dari rusaknya hormon insulin tidak bisa mendeteksi kadar gula dalam darah. Apabila kondisi ini dibiarkan begitu saja akan menaik tingkatannya jadi diabetes melitus tipe 2.

  1. Kanker

Para ahli kesehatan berasumsi sel-sel lemak terlalu banyak mampu menekankan atau mengurangi hormon yang merangsang pertumbuhan sel kanker. Terlebih lagi bagian tubuh yang rawan disinggahi sel kanker seperti kolon, payudara, ginjal, endometrium, dan kandung kemih.

Faktanya bagi penderita kanker sendiri dianjurkan untuk berolahraga untuk diet. Sebab, bobot tubuh berlebihan dan tidak direm bisa membuat penyebaran sel kanker lebih cepat.

  1. Tekanan darah tinggi

Saat berat tubuh meningkat atau semakin besar otomatis tekanan darah juga bertambah tinggi. Kondisi tersebut disebabkan karena kinerja jantung yang memompa darah lebih keras. Dalam hal ini sangat penting untuk melakukan diet sebagai pencegahan darah tinggi.

Jika berat badan tidak segera dikurangi atau dicegah bisa menimbulkan berbagai komplikasi penyakit. Sangat rawan terserang komplikasi penyakit seperti stroke dan penyakit jantung. Tidak heran bagi penderita obesitas diserang berbagai penyakit yang sulit disembuhkan.

  1. Penyakit jantung

Penyakit jantung sangat rawan terjadi bagi orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.  Anda tentu jarang menemui orang kurus terkena serangan jantung. Pasalnya, penderita obesitas memicu kolesterol tinggi, kadar gula darah tinggi, dan tekanan darah yang tinggi.

Ketiga serangan penyakit karena obesitas ini juga membuat beban jantung lebih berat. Sebab, jantung harus bekerja lebih keras dan jika dibiarkan berlama-lama menyebabkan kegagalan fungsi jantung. Sebaiknya segera diet sebelum terlambat!

  1. Stroke

Stroke merupakan kondisi yang terjadi saat aliran darah menuju bagian otak terhenti. Dampak dari terhambatnya aliran darah ke otak mengakibatkan sel-sel otak mati. Hakikatnya bahaya obesitas memicu tekanan darah naik hingga menyebabkan pembuluh darah pecah.

Apabila hal ini terjadi tentu akan membentuk gumpalan darah yang semakin menghambat. Kemudian pada akhirnya menghalangi aliran darah ke otak.

  1. Sleep apnea

Secara umum penderita obesitas mengakibatkan lemak pada bagian leher semakin menumpuk. Kebanyakan lemak membuat saluran udara semakin sempit sehingga penderita kesulitan bernafas.

Hal ini menyebabkan saat tidur orang yang kelebihan berat badan akan mendengkur. Bahayanya lagi napas dapat berhenti total secara tiba-tiba atau disebut sleep apnea. Adapun sleep apnea adalah kondisi ketika seseorang beberapa kali jeda nafas ketika tidur tanpa disadari.

  1. Osteoarthritis

Penyakit osteoarthritis merupakan masalah persendian yang menciptakan raa sakit dan juga kaku. Tubuh penderita obesitas akan bekerja keras untuk menimbulkan tekanan pada persendian dan tulang rawan.

Jika dibiarkan berlama-lama tidak baik untuk kesehatan sendi dan tulang rawan karena berpotensi mengalami peradangan. Penderita obesitas yang juga terkena osteoarthritis lebih mudah.

Obesitas Dapat Menurunkan Kepadatan Tulang

Ada sebuah studi kedokteran di negara barat yang menunjukan penderita obesitas dapat mengurangi kepadatan tulang. Kondisi ini menyebabkan risiko patah tulang lebih besar. Memang tulang manusia memiliki kemampuan memperbarui jaringannya setiap saat.

Caranya melalui penghancuran jaringan tulang yang telah rusak diganti sel osteoklas. Hasil akhirnya adalah membangun jaringan tulang baru. Apabila proses penghancuran dan pembentukan tulang berjalan seimbang akibatnya semakin kuat dan padat.

Lain halnya pada penderita obesitas, kecepatan memperbarui jaringan tulang tersebut tidak seimbang. Seperti yang dilansir oleh situs healthline(dot)com, kecepatan pembaharuan jaringan pada tulang akan berkurang bagi kelompok individu yang obesitas.

Sedangkan, bagi penderita obesitas proses penghancuran jaringan tulang mengalami peningkatan hingga 3 kali lipat lebih cepat pada kelompok yang obesitas. Tingginya penghancuran jaringan tulang daripada pembentukan mengakbatkan kepadatan tulang menurun. Sehingga tulang mudah padah dan cedera.

Dampak Obesitas Pada Tulang

Obesitas sangat rawan terkena osteosarcopenic dimana kondisi kepadatan tulang makin memuruk. Sebab, bobot dari otot dan daging diliputi dengan lemak yang padat dalam tubuh. Keadaan seperti ini biasanya dialami orang lanjut usia dan dewasa.

Berdasarkan keterangan dari Dr. Michael Drey, M.Sc, ahli osteosarcopenia (Medizinische Klinik und Poliklinik IV) Universitas Munchen. Obesitas osteosarcopenic akan menjadi perhatian penting dunia kedokteran pada masa mendatang.

Pasalnya, obesitas semacam ini menggabungkan tiga kondisi kesehatan yakni obesitas, osteoporosis (massa tulang hilang) dan sarcopenia (massa otot hilang).  Obesitas tidak hanya beresiko menyebabkan serangan jantung dan penyumbatan pembuluh darah.

Obesitas lebih rentang mengakibatkan permasalahn tulang lebih kompleks. Dalam dunia kedokteran memang banyak dilakukan penelitian terkait dampak obesitas pada metabolik tubuh. Namun, tetap saja persoalan obesitas tulang bukan masalah sepele.

Jaringan lemak berefek negatif menyerang otot, mengurangi kepadatan tulang, dan menimbulkan peradangan. Terlebih lagi lemak dalam perut harus segera dihilangkan karena lebih beracun daripada lemak yang berada pada bagian lain.

Agar obesitas terhindari sebaiknya segera merubah gaya hidup. Terutama untuk mencegah terjadinya obesitas osteosarcopenic dimana keseimbangan tubuh tidak stabil. Sehingga membuat risiko perusakan jaringan otot dan tulang lebih kecil. Jangan lupa jaga asupan makanan bergizi seimbang diiringi olahraga teratur.

Bedah Obesitas Tidak Hanya Menguruskan Badan

Bedah ini dikenal juga dengan bedah bariatrik adalah pembedahan yang dilakukan pada orang gemuk. Adapun tujuannya agar memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Bedah tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi berat badan tetapi menghindari resiko akibat obesitas.

Cara Pembedahan Obesitas

1.Gastric Bypass

Gastric Bypass lebih dikenal dengan sebutan Roux-en-Y merupakan cara menstapler lambung. Tujuannya membuat kantung lambung menjadi lebih kecil dengan menembus bagian lambung dan sedikit bagian usus.

Setelah operasi ini dilewati pasien, akan merasakan cepat kenyang sehingga porsi makan berkurang. Hasilnya penyerapan kalori dari makanan tidak terlalu banyak.

2.Mini Gastric Bypass

Mini Gastric Gypass (MGB) dalam dunia kedokteran dikenal dengan singkatan OAGB atau One Anastomosis Gastric Bypass. Mini Gastric Bypass adalah proses bedah lebih sederhana dibanding Roux-en-Y.

Meskipun dinilai sebagai pembedahan sederhana, tetapi dampaknya lebih bertahan lama. Sementara itu MGB juga lebih efektif untuk penderita obesitas menekan pola makannya.

3.Sleeve Gastrectomy

Sleeve Gastrectomy merupakan pembedahan yang dilakukan dengan mengurangi ukuran lambung ke dalam bentuk tabung. Setelah menjalani operasi sleeve gastrectomy dapat dipastikan pola makan pasien menjadi lebih sedikit karena merasa cepat kenyang.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


About Us


Digestihealth merupakan penyatuan dari usaha memberikan pelayanan bedah digestif yang baik dengan cara menyatukan pengetahuan dan kemampuan.

Usaha memperdalam ilmu bedah digestif juga dilakukan dengan memperdalam bidang masing-masing agar bidang yang didalami tidak terlalu luas.

Recent post


Follow us

Design & Develpment by ROYANRM.COM

Chat Dokter Sekarang