Fungsi Bedah Bariatrik untuk Obesitas

10 May 20200Bedah Bariatrik

Fungsi Bedah Bariatrik untuk Obesitas

10 May 2020 0
bedah-obesitas-bedah-bariatrik-4-1.jpeg?time=1596477612

Tindakan berupa operasi bariatrik masih belum banyak dikenal masyarakat. Namun para penderita obesitas tingkat parah sendiri sudah banyak yang memilih lakukan tindakan ini. Bedah bariatrik menjadi langkah lanjutan dengan tujuan menurunkan berat badan lebih cepat. Hasil dari operasi ini beragam dan sangat bergantung terhadap proses operasi, perubahan gaya hidup pasien, serta faktor lainnya.

Mengenal Apa Itu Operasi Bariatrik

Dari segi pengertian, arti dari operasi bariatrik berupa tindakan operasi pembedahan di bagian tubuh tertentu dengan tujuan utama menurunkan berat badan. Prosedur ini dilakukan sebagai tindakan lanjut atas masalah gangguan berat badan berlebih atau obesitas yang tidak bisa diobati melalui perubahan pola makan dan aktivitas olahraga.

Tentu selain menjadi tindakan lanjut, operasi ini cukup memakan biaya yang tidak sedikit. Semua tergantung di mana pasien menjalani operasi. Operasi ini harus dibimbing dan diawasi dokter yang khusus menangani bedah bariatrik juga dokter ahli gizi. Biasanya untuk peratama dokter akan berusaha dengan cara alami lebih dulu kepada pasien obesitas.

Sehingga sangat berhubungan dengan tingkatan keparahan obesitas yang diderita pasien. Tingkat keparahan tersebut bisa dihitung melalui besar indeks massa tubuh. Rumusnya berupa berat badan yang dibagi dengan kuadrat tinggi tubuh.

Misalnya tinggi badan 1,7 meter, kemudian berat badan mencapai 100 kilogram, maka 100 : (1,7 x 1,7) = 34,6. Hasil tersebut masuk dalam golongan obesitas tingkat 2. Lebih jelasnya mengenai tingkatan obesitas ialah:

  • Berat terlalu rendah: Di bawah 18,5
  • Berat normal: 18,5 – 22,9
  • Berat berlebih: 23 – 24,9
  • Obesitas tingkat 1: 25 – 29,9
  • Obesitas tingkat 2: 30 – 37,4
  • Obesitas morbid: Di atas 37,5

Saat obesitas termasuk dalam tingkatan obesitas tingkat 2 dan obesitas morbid yang sangat memungkinkan penderita mengalami banyak gangguan kesehatan sehingga membuat aktivitas sangat terganggu, tindakan bariatrik biasanya sudah disarankan. Apalagi bila kondisi-kondisi yang mendukungnya. Seperti penderita obeistas terlihat kesulitan menjalankan program diet.

Dengan terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman berkalori tinggi serta dalam jumlah melebihi kebutuhan kalori setiap harinya, seorang penderita obesitas cenderung kesulitan menjalankan diet yang umumnya berupa pengaturan menu makanan menjadi lebih sehat dan dalam jumlah jauh lebih sedikit.

Belum lagi sebagian besar mereka yang terkena obesitas tidak banyak bergerak aktif karena kesulitan untuk bergerak. Atau sangat cepat merasa lelah. Ditambah dengan gangguan kesehatan atau penyakit berbahaya yang kerap menghantui penderita obesitas seperti penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain.

Macam-Macam Bedah Bariatrik

Operasi bariatrik sendiri memiliki lebih dari satu macam, yaitu:

1. Gastric Bypass

Tindakan bariatrik ini memiliki tujuan utama dalam mengurangi ruang tempat atau tampung makanan di bagian lambung. Operasinya berupa pembedahaan yang memisahkan organ lambung menjadi dua bagian. Bagian atas dibuat menjadi lebih kecil dibanding bagian bawah. Lalu pada organ usus halus akan dilakukan pemotongan.

Bagian usus akan dibuat menjadi. lebih pendek dan akan disambungkan dengan bagian pada lambung yang kecil. Karena tempat tampungan makanan lebih kecil, maka jumlah makanan yang bisa dikonsumsi jauh lebih sedikit. Begitu pun dengan penyerapan nutrisi di bagian usus halus yang akan berkurang.

2. Sleeve Gastrectomy

Berikutnya yang kedua adalah bariatrik sleeve gastrectomy. Tindakan bariatrik ini berupa membuang sebagian besar organ lambung atau sekitar 75 – 80% bagian. Kemudian sisa organ lambung akan dibentuk hanya sebesar dan sepanjang buah pisang berukuran sedang. Sama seperti bariatrik sebelumnya, tujuan sleeve gastrectomy juga untuk perkecil tempat tampung makanan.

Maka penderita dan pasien obesitas akan lebih cepat atau mudah merasa kenyang karena dari segi besar lambung jauh lebih kecil. Pengurangan makanan yang dikonsumsi setiap harinya bisa sampai berkali-kali lipat.

3. Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch

Tindakan ini berupa operasi bedah yang memotong organ lambung. Setelah itu akan disambungkan dengan organ usus halus bagian akhir. Operasi ini akan membuat sistem pencernaan normal-normal saja. Asupan yang dikonsumsi pasien masih tetap menyampur dengan asam lambung, enzim pencernaan, serta cairan empedu. Namun penyerapan nutrisinya yang jadi berkurang.

4. Adjustable Gastric Band

Untuk tindakan bariatrik ini, dokter akan memasang sebuah alat ikat yang bentuknya semacam cincin dan bisa diatur besar ikatannya. Alat ini akan dipasangkan dengan besar ikatan yang bisa disesuaikan pada organ lambung. Tujuannya pun sama, agar pasien lebih mudah merasa kenyang dan membatasi asupan.

Fungsi dan Manfaatnya dalam Atasi Obesitas

Bukan hanya menurunkan berat badan, ada fungsi lainnya yang akan didapatkan dari tindakan bariatrik. Fungsi dan manfaat tersebut meliputi:

1. Menurunkan Berat Badan Secara Signifikan

Sudah jelas bahwa permasalahan paling utama dari obesitas ialah berat badan berlebih. Maka fungsi utama dilakukannya bariatrik ini untuk menurunkan berat badan secara lebih signifikan dan memakan waktu yang lebih cepat. Bila program diet dan perubahan aktivitas secara alami tidak lagi manjur, maka operasi ini bisa menjadi pilihan tepat.

Terlebih bila memang dianjurkan karena berat badan yang berlebih memicu gangguan kesehatan. Atau berada di tingkat yang parah.

2. Meningkatkan Angka Harapan Hidup

Fungsi bedah bariatrik selanjutnya ialah peningkatan angka harapan hidup. Menurut peneliti dan ahli kesehatan, para penderita obesitas yang telah melakukan operasi bariatrik memiliki harapan hidup yang lebih tinggi.

Memang bila dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalankannya, tentu hasil tindak lanjut kana menberi hasil yang sekaligus menciptakan banyak perubahan. Sebab, penurunan berat badan sangat memungkinkan terjadi disertai kesadaran tinggi untuk menjaga berat badan.

3. Dapat Mencegah dan Membantu dalam Proses Pengobatan

Operasi satu ini sering diandalkan dalam bagian dari proses pengobatan beberapa penyakit yang berhubungan dengan kondisi obesitas.  Di antaranya diabetes tipe 2, sleep apnea (gangguan tidur cukup parah), tekanan darah tinggi yang juga memicu banyak penyakit berbahaya lain, penyakit asam lambung, gejala gangguan kesehatan akibat kolesterol tinggi, dan penyakit perlemakan hati.

Selain itu bisa membantu dalam mengatasi gangguan penyakit lutut atau sendi yang diakibatkan kelebihan berat badan dan tergolong cukup parah.

4. Meningkatkan Kualitas Hidup

Fungsi terakhir adalah dapat meningkatkan kualitas hidup. Pasien obesitas umumnya memiliki gangguan fisik dan mental yang aman dipicu karena kondisi obesitas. Dengan menjalani tindakan bedah, maka mereka memiliki semangat untuk memiliki berat badan lebih ideal.

Kemudian akan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Rasa percaya diri meningkat yang membuat interaksi dan berkomunikasi dengan banyak orang lebih lancar. Tidak hanya itu, tetapi akan menolong para pasien obesitas yang mengalami gejala depresi dan gangguan kecemasan.

Ada beberapa risiko ketika seseorang menjalani bedah bariatrik dan efek jangka panjang yang bisa terjadi. Maka dari itu sangat disarankan untuk operasi bariatrik di tempat terpercaya dan ditangani dokter bedah yang benar-benar memahami tindakan ini. Selain itu bimbingan dokter gizi serta dokter spesialis yang berhubungan dengan gangguan kesehatan tertentu (bila mengalami) juga tidak kalah berperan penting.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


About Us


Digestihealth merupakan penyatuan dari usaha memberikan pelayanan bedah digestif yang baik dengan cara menyatukan pengetahuan dan kemampuan.

Usaha memperdalam ilmu bedah digestif juga dilakukan dengan memperdalam bidang masing-masing agar bidang yang didalami tidak terlalu luas.

Recent post


Follow us

Design & Develpment by ROYANRM.COM

Chat Dokter Sekarang