Bedah Obesitas, Kondisi yang Memicu Banyak Penyakit Berbahaya

10 May 20200Bedah Bariatrik

Bedah Obesitas, Kondisi yang Memicu Banyak Penyakit Berbahaya

10 May 2020 0
Bedah-bariatrik.jpeg?time=1601388379

Memiliki berat badan berlebih atau sering disebut obesitas ini masih banyak yang menganggapnya sebagai satu hal wajar. Sebab penderita besitas di dunia sendiri jumlahnya sangat tinggi dan bagi sebagian terlihat baik-baik saja tanpa masalah. Mari lebih dalam bedah obesitas yang sebenarnya jadi sumber berbagai masalah kesehatan, hingga menjadi penyebab kematian.

Seseorang yang Menderita Obesitas

Bukan sekadar memiliki berat yang mencapai batas maksimal, seseorang yang tergolong menderita obesitas juga umumnya mengalami beberapa gejala gangguan kesehatan. Namun tidak sedikit yang mengabaikan gejala-gejala tersebut. Di antaranya sebagai berikut:

  • Indeks Massa Tubuh Melampaui Batas

Untuk memastikan seseorang dalam kondisi obesitas, langkah paling dasar ialah dengan melakukan check up ke dokter yang berupa menghitung indeks massa tubuh. Rumusnya ialah berat badan yang dibagi dengan kuadrat tinggi tubuh. Misalnya tinggi badan 1,7 meter, kemudian berat badan mencapai 100 kilogram, maka 100 : (1,7 x 1,7) = 34,6.

Hasil tersebut masuk dalam golongan obesitas tingkat 2. Lebih jelasnya mengenai tingkatan obesitas berupa:

Berat terlalu rendah: Di bawah 18,5

Berat normal: 18,5 – 22,9

Berat berlebih: 23 – 24,9

Obesitas tingkat 1: 25 – 29,9

Obesitas tingkat 2: 30 – 37,4

Obesitas morbid: Di atas 37,5

  • Kadar Kolesterol dan Gula Darah Terlalu Tinggi

Penderita obesitas umumnya memiliki kadar kolesterol yang cukup hingga sangat tinggi. Begitu pun dengan kandungan gula darah dalam tubuh. Maka sangat memungkinkan mereka yang berada di kondisi obesitas terserang penyakit diabetes.

  • Hormon Tiroid Tidak Seimbang

Kondisi obesitas juga bisanya membuat kondisi hormon tidak normal atau terganggu. Khususnya pada hormon tiroid yang berperan penting dalam menunjang sel-sel dalam tubuh kita. Terganggunya hormon tiroid ini bisa menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya kanker tiroid.

  • Mengalami Gangguan Kesehatan dan Aktivitas

Seseorang yang dalam kondisi atau menderita obesitas akan mudah mengalami gangguan kesehatan. Serta kesulitan menjalankan aktivitas. Seperti lebih mudah lelah, sulit bergerak, sering sesak napas, dan banyak lagi.

Bahkan ketika seseorang mencapai obesitas tingkat parah seperti morbid, kondisi pisikis dan mental bisa ikut terganggu seperti mengalami depresi.

Bedah Obesitas dengan Memahami Penyebabnya

Ada banyak penyebab seseorang bisa terkena obesitas. Penyebab-penyebab tersebut meliputi:

1. Faktor Genetik

Penyebab pertama ialah faktor genetik. Jika memiliki orang tua dengan berat badan berlebih, baik salah satu, ataupun keduanya, sangat memungkinkan anak pun menderita obesitas sejak dini. Ini menjadi penyebab yang cukup sulit ditangani atau biasanya membutuhkan program ketat dalam menurunkan berat badan. Berhubungan dengan tidak normalnya proses pembakaran kalori tubuh.

2. Efek Samping Obat-Obatan

Mengonsumsi beberapa jenis obat bisa memicu obesitas. Obat-obatan yang kerap membuat seseorang jadi terkena obesitas di antaranya antidpresan, pil KB, obat kejang, obat untuk hormon, dan lainnya.

3. Pola Makan dan Gaya Hidup Tidak Sehat

Penyebab obesitas satu ini menjadi penyebab yang juga cukup tinggi. Tidak bisa dipungkiri seiring berjalannya waktu, kita sulit untuk menolak dan tidak terbawa arus pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini berhubungan dengan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi.

Hidup serba praktis dan efisien pun membuat sebagian besar dari kita menjalani pola makan dan gaya hidup tidak sehat. Contoh sederhananya, kemunculan minuman racikan dengan kadar gula tinggi yang mudah dipesan, makanan berbahan dasar daging dan mengandung kolesterol tinggi, juga penggunaan gadget yang membuat kita sulit tidur di jam yang seharusnya.

4. Bertambahnya Usia

Bila bedah obesitas lebih dalam lagi, bertambahnya usia sebenarnya menjadi penyebab yang banyak juga menimbulkan obesitas. Karena semakin bertambah usia, semakin membuat kita kurang produktif dan mengurangi aktivitas.

5. Penyakit Tertentu

Beberapa penyakit seperti sindrom cushing dan sindrom prader-willi biasa memicu obesitas.

6. Kehamilan

Penyebab lainnya ialah karena sedang hamil. Kehamilan ini bisa memicu terkena obesitas karena umumnya wanita yang sedang hamil dari segi hormon sedang tidak stabil, nafsu makan pun lebih tinggi, serta sebagian memang harus meningkatkan berat badan demi kesehatan bayi dalam kandungan. Ditambah aktivitas ibu hamil yang terbatas.

7. Pengobatan dan Langkah Penanganan

Bagaimana dengan pengobatan bagi penderita obesitas? Apakah ada langkah awal yang bisa dilakukan? Lebih jelasnya seputar pengobatan bisa dilihat di bawah ini.

8. Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup

Pengobatan atau cara mengatasi yang paling dasar bila tergolong memiliki berat badan berlebih dan obesitas tingkat awal ialah dengan mengubah pola makan serta gaya hidup. Mengganti menu makanan dengan bahan-bahan sehat, rendah lemak, dan rendah kolesterol.

Kemudian mengubah gaya hidup dengan beristirahat di jam yang seharusnya, tidur berkualitas, tidak berkegiatan yang jelas merugikan tubuh kita, rutin membersihkan tubuh dan lingkungan, juga rutinitas yang tergolong sehat seperti meminimalisir berada di kawasan tinggi pencemaran udara.

1. Meningkatkan Aktivitas Fisik

Berikutnya ialah dengan meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari. Seperti lebih aktif bergerak dan melakukan olahraga rutin minimal 1 jam setiap pagi dan sore. Mengganti rutinitas dengan kegiatan fisik aktif seperti memilih lebih banyak berjalan kaki ke tempat-tempat tertentu. Misalnya bila lokasi kantor, tempat kerja, sekolah, dan kampus yang masih memungkinkan diakses dengan jalan kaki.

2. Konsultasi dan Bimbingan Secara Pisikis

Penderita obesitas sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dan meminta bantuan medis dalam program penurunan berat badan. Apalagi bila memang mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental yang dipicu oleh obesitas.

3. Operasi Bariatrik

Pengobatan terakhir yang bisa ditempuh sekaligus tindakan lanjut ialah menjalani operasi bariatrik. Operasi ini berhubungan dengan perubahan sistem pencernaan yang mana bertujuan untuk membatasi jumlah asupan yang masuk ke tubuh. Sehingga jumlah kaloriyang dikonsumsi setiap harinya akan berkurang.

Operasi ini sebagai tindakan lanjut yang biasanya disarankan oleh dokter bila cara-cara pengobatan alami di atas tidak memberikan hasil sesuai. Atau jika pasien merupakan penderita obesitas tingkat parah yang biasanya disertai gangguan kesehatan lain yaitu diabetes dan hipertensi.

Ada pun macam-macam operasi bariatrik yaitu bypass lambung,  laparoscopic adjustable gastric banding, gastric sleeve, dan biliopancreatic diversion with duodenal switch.

Perlu diingat, semua langkah pengobatan, penanganan, serta tindakan dalam mengatasi berat badan berlebih atau obesitas ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Diperlukan juga sikap disiplin, konsisten, dan komitmen yang kuat agar semuanya berjalan lancar dan memberi hasil sesuai harapan. Maka penting sekali menguatkan mental dan mengatur kondisi mental dalam menghadapinya.

Untuk bedah obesitas secara mendalam dan mendapat arahan tepat dalam mengatasi obesitas, Anda bisa menghubungi dokter ahli gizi dan dokter bedah bila ingin mendapat tindakan lebih lanjut. Anda harus lebih dulu berkonsultasi dan mengikuti arahan serta anjuran dokter ahli gizi, baru menjalani tindakan lanjut bila memang disarankan untuk dilakukan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


About Us


Digestihealth merupakan penyatuan dari usaha memberikan pelayanan bedah digestif yang baik dengan cara menyatukan pengetahuan dan kemampuan.

Usaha memperdalam ilmu bedah digestif juga dilakukan dengan memperdalam bidang masing-masing agar bidang yang didalami tidak terlalu luas.

Recent post


Follow us

Design & Develpment by ROYANRM.COM

Chat Dokter Sekarang